6 Tips Membuat Audiens Tetap Aktif Terlibat Dalam Webinar

Ingin tahu bagaimana cara membuat audiens webinar kita tetap aktif terlibat?

Sebelumnya, coba pikirkan kelas paling menyenangkan yang pernah kita ambil di perkuliahan. Atau mungkin dosen yang paling berkesan dari kelas yang pernah kita ambil.

Kira-kira apa yang membuat dosen itu berbeda atau apa yang membuat perkuliahan mereka begitu berbeda?

Kita akan selalu menyadari bahwa dosen/instruktur yang meninggalkan kesan mendalam pada kita semua memiliki kesamaan ini:

  • Mereka adalah ahli dalam menarik perhatian.
  • Mereka memancing rasa ingin tahu siswanya. Merangsang minat pada apa yang mereka ajarkan dan melibatkan siswa mereka dalam pertukaran ide daripada menyampaikan monolog yang panjang dan menyebabkan kita mengantuk atau menyerang siswanya dengan banyak fakta dan angka.
  • Mereka mendorong siswanya untuk secara kritis memeriksa informasi yang disajikan dan mengembangkan perspektif siswanya. Keterampilan mereka dalam melibatkan siswa pada akhirnya yang membedakan mereka dengan yang lainnya.
  • Dan pastinya terkadang kelas mereka tidak pernah terasa seperti kuliah dan lebih tampak seperti percakapan.

Prinsip yang sama berlaku untuk webinar. Pikirkan diri kita sebagai dosen dan audiens kita sebagai kelas siswa yang bersemangat dan antusias. Pada akhirnya, keberhasilan webinar kita akan bergantung pada bagaimana kita dapat meningkatkan minat mereka dan melibatkan mereka dalam diskusi interaktif. Itu adalah prioritas utama kita dan metrik utama yang harus kita perhatikan.

Di sini, perencanaan adalah kunci untuk membuka pengalaman webinar yang menarik bagi audiens kita. Tentu, kita bisa spontan dan memikirkan trik dan teknik kreatif untuk melibatkan audiens kita, tetapi ingatlah, hal itu akan berisiko membuat kekacauan dan kehilangan sasaran sepenuhnya.

Hal yang baik jika kita pandai berimprovisasi dan menghasilkan ide-ide langsung. Namun, kita juga dapat mengikuti beberapa tips berikut untuk membuat audiens tetap aktif dalam webinar kita.

1. Pilih Topik Webinar yang Menarik

Apakah kita akan memilih kursus yang materi pelajarannya tidak menarik bagi kita? Tentu saja tidak.

Demikian pula, tidak ada yang akan tertarik untuk mengikuti webinar kita jika topik yang kita pilih tidak sesuai dengan mereka atau tidak relevan dengan minat mereka. Inilah yang perlu kita cari tahu terlebih dahulu. Siapa target audiens kita.

Setelah kita menentukan target audiens kita, kita dapat melanjutkan untuk mengembangkan ‘user persona’ untuk mereka. Apa yang menarik minat mereka? Apa yang ingin mereka pelajari? Apakah ada topik atau tren industri saat ini yang ingin mereka ketahui lebih lanjut? Daripada memilih sesuatu yang dangkal atau umum, pilihlah sesuatu yang lebih khusus yang memiliki relevansi langsung dan langsung untuk target audiens kita.

Namun, pastikan juga bahwa topik yang kita pilih bukan hanya topik yang mungkin menarik bagi target audiens kita, tetapi juga topik yang juga kita kuasai sepenuhnya.

Setelah kita mengunci topik, lakukan pendekatan secara metodis. Dalam hal penyampaian kita, daripada membuat penyampaian yang sekedar narasi atau ekposisi fakta, angka dan informasi sederhana. Buat penyampainnya bersifat eksploratif. Kita dapat menetapkan sebuah masalah dan cari tahubagaimana masalah itu dapat diselesaikan dengan cara selangkah demi selangkah, sehingga dapat mendorong audiesn kita untuk ikut serta dan secara sukarela menyampaikan pendapat mereka.

2. Buat Slide yang Menakjubkan

Presentasi PowerPoint selalu cenderung menjadi situasi yang tidak menentu. Slide yang dibuat dengan luar biasa dapat memikat audiens kita sejak awal, sementara slide yang monoton dan tidak imajinatif dapat membuat mereka mengantuk. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa slide presentasi kita tetap menarik perhatian audiens sampai akhir. Berikut adalah beberapa tips untuk menyusun slide presentasi yang menarik.

  • Gunakan teks secara sepadan
  • Gunakan gambar yang menarik
  • Gabungkan video, grafik, animasi
  • Gunakan warna tetapi gunakan dengan baik, jangan pilih warna yang terlalu mencolok
  • Buat teks agar tetap relevan dan to the point.
  • Cobalah untuk membuat setiap slide sedikit berbeda dari yang lain untuk menunjukkan bahwa kita telah beralih ke sub-topik yang berbeda.

3. Gunakan Video

Berbagai video yang menarik banyak terdapat di internet. Dengan demikian, kita yakin bahwa kita dapat menemukan video yang cocok dengan topik presentasi kita. Cobalah untuk memasukkan video untuk webinar kita untuk membantu menjaga perhatian audiens kita dan membuat sesi menjadi lebih dinamis.

Video juga berfungsi sebagai istirahat dari monotonnya ucapan atau teks dan dapat segera melibatkan kembali pemirsa yang telah keluar dari zona. Kita dapat mengintegrasikan video-video ini ke dalam slide kita atau cukup mengaksesnya di YouTube.

4. Lakukan Polling dan Survei secara Real-Time

Untuk membuat audiens untuk berpartisipasi selama webina, banyak pembawa acara meminta pemirsa mereka untuk berpartisipasi dalam jajak pendapat dan survei langsung. Mereka dapat mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengambil polling selama webinar, yang hasilnya dapat langsung ditampilkan di layar. Ini tidak hanya menarik audiens kita dan membuat mereka berpartisipasi aktif. Banyak dari audiens kita bisa menjadi pembeli potensial. Menunjukkan bahwa kita menghargai pendapat mereka dan menginginkan masukan mereka dapat membantu membangun hubungan kita dengan audiens. Hal ini juga memberi kita kesempatan untuk memahami kecenderungan dan minat mereka dengan lebih baik.

Namun, penting untuk diingat bahwa kita tidak memaksakan jajak pendapat dan survei jika tidak diperlukan. Ambil jajak pendapat di mana mereka membuat perbedaan atau dapat membuktikan suatu hal atau menghasilkan hasil yang memberi tahu yang melukiskan gambaran yang menarik bagi audiens kita.

5. Giveaway

Salah satu cara jitu untuk mengumpulkan audiens untuk webinar kita yaitu dengan mengumumkan hadiah di awal atau akhir webinar kita.

Giveaway menjadi sesuatu yang menyenangkan dan mengasyikkan, selalu menjadi daya tarik yang efektif saat memasarkan webinar kita. Sebagian besar pembawa acara mengadakan giveaway sampai sesi selesai untuk memastikan bahwa penonton tetap bersama mereka sampai akhir. Namun tidak ada aturan bahwa kita harus melakukan sesi giveaway. Namun akan lebih menarik jika kita mengadakannya untuk membuat audiens kita menjadi antusias.

6. Sesi tanya jawab

Ketika audiens kita datang ke webinar kita, mungkin mereka masih memiliki pertanyaan yang tidak kita jawab. Cara terbaik untuk memastikan bahwa audiens kita merasa puas dengan jawaban atas pertanyaan mereka adalah dengan mengadakan sesi tanya jawab.

Dengan sesi tanya jawab, kita dapat langsung menjawab pertanyaan mereka dan memberikan penjelasan secara spesifik. Sebagian besar host suka mengadakan segmen tanya jawab menjelang akhir sesi untuk menghindari interupsi yang merusak jadwal mereka. Kitadapat dengan sopan meminta pemirsa untuk mencatat pertanyaan mereka dan mengajukannya setelah selesai.

Untuk memecahkan kemonotonan dan antusias audiens, kita dapat mengajukan pertanyaan setiap beberapa menit kepada audiens kita. Ini dapat membantu meringankan suasana dan menjaga percakapan dalam webinar. Webinar yang tampak lebih seperti percakapan atau diskusi selalu mendorong keterlibatan yang lebih besar.

Kesimpulan

Webinar adalah alat yang menarik dan dinamis di tangan pemasar B2B. Mereka tidak hanya merupakan terobosan baru dari metode konvensional yang terbatas pada pemasar B2B, tetapi juga menunjukkan hasil yang nyata. Jadi kesuksesan mereka akan tergantung pada bagaimana kita mendekatinya. Pilih pembawa acara yang percaya diri, menarik dan seseorang yang dapat memikat penonton sejak awal dan mempertahankan perhatian serta partisipasi mereka selama webinar.

Ingin mengadakan pameran virtual yang berkesan? SimHive hadir sebagai platform pameran virtual dengan fitur-fitur yang mendukung agar experience di 3D world menjadi senyata mungkin. Penasaran? Yuk, cek paket yang disediakan SimHive pada List Paket yang tertera atau hubungi Admin SimHive sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.