Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan dari Virtual Job Fair?

Dengan pandemi virus COVID-19 yang melanda dunia, banyak perusahaan di indonesia beralih ke pameran kerja virtual atau yang disebut virtual job fair sebagai strategi untuk perekrutan karyawan baru. Meskipun hal ini bukan merupakan hal baru, konsep ini mulai berkembang sejak pandemi dimulai. Ratusan bursa kerja telah diadakan secara global, dengan perusahaan baik besar maupun kecil.

Pameran kerja virtual berlangsung pada waktu yang ditentukan dan merupakan salah satu jenis dari pameran virtual. Pelamar kerja dan perekrut dari perusahaan bertemu di ruang virtual melalui chat room, telekonferensi atau email untuk bertukar informasi mengenai lowongan pekerjaan.

Dibandingkan hanya mereview resume dari pelamar kerja, perekrut dari perusahaan akan bertemu kandidat secara langsung, mewawancarai mereka dan membuat penawaran langsung di tempat. Perekrutan secara virtual menghilangkan kerumitan, banyaknya waktu dan biaya yang dihaiskan dari menghadiri bursa kerja offline dan membantu perekrut berinteraksi dengan calon karyawannya dari seluruh dunia.

Meskipun begitu, pameran kerja virtual ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan dari pameran kerja virtual.

Kelebihan dari Virtual Job Fair

1. Lebih Efisien Daripada Bursa Kerja Secara Tatap Muka atau Melalui Telepon

Format dari bursa kerja virtual memungkinkan perekrut dari perusahaan untuk terlibat dengan lebih banyak kandidat dalam waktu yang sama dan lebih singkat. Selain itu, juga dapat menarik kandidat calon karyawan yang berkualitas lebih tinggi. Bursa kerja virtual juga membantu perekrut mempercepat proses penyaringan dan memindahkan kandidat teratas ke langkah berikutnya lebih cepat daripada acara tatap muka dan metode penyaringan telepon tradisional.

2. Kemungkinan Kehadiran yang Lebih Tinggi Daripada Bursa Kerja Offline

Karena diadakan secara virtual, sehingga pelamar kerja tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk datang ke kota dimana acara bursa kerja diadakan. Oleh karena itu, secara langsung, pameran kerja virtual memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pameran kerja offline. Pameran kerja virtual juga cenderung menarik kandidat berkualitas lebih tinggi. Tidak hanya peningkatan jumlah peserta, namun juga peningkatan proporsi kandidat yang memenuhi syarat sehingga membuat proses seleksi lebih membuahkan hasil.

3. Meningkatkan Pengalaman dan Keterlibatan Pelamar Kerja Selama Proses Rekrutmen

Pameran pekerjaan virtual memungkinkan pelamar kerja untuk terhubung dengan perekrut dari perusahaan dalam sesi secara private melalui chat teks, audio, atau wawancara melalui video. Perhatian secara individual ini membantu pelamar kerja merasa istimewa dan memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang perlu mereka jawab untuk memprioritaskan perusahaan dalam pencarian pekerjaan mereka. Seiring dengan platform yang mudah digunakan, ini juga menciptakan pengalaman pelamar kerja menjadi positif dalam membangun kepercayaan, meningkatkan partisipasi peserta, dan membuat pelamar kerja menantikan langkah selanjutnya dengan peluang karir sesuai target mereka.

4. Hemat Waktu dan Biaya

Acara pameran kerja offline seringkali membutuhkan perjalanan ke tempat kota acara diadakan, tempat penginapan dan sejumlah pertimbangan lainnya. Karena bursa kerja yang diadakan di platform virtual tidak memerlukan perjalanan, tempat penginapan, pelamar kerja secara tidak langsung dapat menghemat waktu dan biaya. Pameran kerja virtual juga hanya membutuhkan sedikit anggota staf yang terlibat sehingga tidak perlu menutup operasi kantor perusahaan hanya untuk menyelenggarakan acara perekrutan.

Kekurangan dari Virtual Job Fair

1. Koneksi Internet

Koneksi internet yang tidak stabil menjadi kendala serius dalam mengikuti pameran kerja virtual. Apabila jaringan internet tidak baik, pesan dari perusahaan maupun kandidat tidak tersampaikan dengan baik. Akibatnya, bisa muncul salah persepsi diantara keduanya. Jadi, sebaiknya sebelum mengikuti sebuah acara pameran kerja virtual pastikan koneksi internet berjalan dengan stabil.

2. Belum Mengusai Teknologi

Banyak perusahaan belum memiliki perangkat atau aplikasi yang memadai untuk melakukan interview video. Atau, meski sudah memiliki alat yang mumpuni, banyak rekruter perusahaan yang belum memahami teknologi yang digunakan.Kandidat mungkin sudah memenuhi syarat dari perusahaan tetapi terkadang juga kandidat tidak selalu memiliki perangkat yang compatible untuk melakukan interview secara online dan/atau belum menguasai aplikasi yang akan digunakan.  

Jika perusahaan sangat khawatir tentang tingkat pengusaan teknologi di antara para kandidat yang diinginkan, bisa juga dengan memberikan informasi platform yang digunakan kepada kandidat dan mendemonstrasikan cara menggunakan platform atau aplikasi tersebut.

3. Lebih banyak pesaing

Dikarenakan Interview yang dilakukan secara online, membuat lebih banyak pesaing, karena lebih mudah untuk daftar dan juga bisa diikuti dimanapun.Dan juga  belum tentu bisa mengukur kemampuan kandidat. Misalnya, kemampuan menghadapi tekanan yang bisa terlihat saat ia berhadapan dengan situasi baru, lingkungan baru, dan orang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *