Bagaimana Cara Mempromosikan Virtual Event?

Ada beberapa alasan kenapa sebuah event itu perlu diadakan, salah satunya adalah membangun sebuah networking. Namun karena berbagai alasan misalnya pada saat pandemi ini, sebuah event tidak dapat dilakukan untuk menyatukan orang-orang di ruang yang sama secara offline. Itu sebabnya acara virtual dan hybrid menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.

Acara virtual tidak hanya membantu penyelenggara acara dalam memperluas audiens mereka dan mempromosikan brand mereka, tetapi juga dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan pendapatan dan melacak data penting tentang target audiens. Namun, terlepas dari hal-hal ini, masih banyak penyelenggara yang tidak tahu tentang mengadakan virtual event atau mempromosikan virtual event kita sehingga tepat sasaran. Berikut merupakan beberapa tips cara mempromosikan event virtual.

Pahami Siapa yang Akan Menjadi Peserta

Sebelum menentukan bagaimana cara mempromosikan sebuah virtual event, event organizer harus mengenal tentang siapa saja yang akan menjadi pesertanya. Target pengunjung juga akan berhubungan dengan tema event yang akan dibuat. Misalnya, jika ingin membuat sebuah workshop tentang bekerja secara profesional, maka event organizer dapat menyebarkan informasi mengenai virtual event melalui LinkedIn. Berbeda halnya dengan sebuah konser musik, maka event organizer bisa menyebarkannya melalui sosial media komunitas pada fans pemusik tersebut.

Membangun Komunikasi Dengan Pengikut di Sosial Media

Virtual event merupkana salah satu strategi yang penting dalam membangun komunikasi dengan pengikut di sosial media. Dimana komunikasi tersebut dapat dibangun melalui interaksi yang dilakukan dalam comment, repost maupun share. Di dalam komunikasi tersebut, juga dapat sekaligus menggali apa saja yang menjadi kebutuhan dari pengunjung sehingga kebutuhan tersebut dapat diolah dan dipenuhi melalui event yang dibuat. Hal ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mengedukasi calon mengunjung mengenai hal-hal apa yang dapat mereka jika datang ke event kita.

Membuat FOMO

FOMO atau Fear of Missing Out adalah suatu istilah di dalam dunia psikologi yang digunakan saat seseorang memiliki rasa gelisah ketika tertinggal suatu tren ataupun hal lain yang menyenangkan.

Virtual event ternyata mampu menimbulkan efek FOMO. Apalagi jika virtual event diberikan waktu dan juga batas kuota peserta. Live streaming yang dilakukan di dalam sebuah virtual event juga cukup memberikan efek fomo.

Mengapa hal ini terjadi? Dikarenakan banyak orang yang ingin terhubung dengan banyak peserta dan takut ketinggalan kesempatan yang berharga.

Sebarkan Lewat Komunitas Bersangkutan

Melakukan promosi melalui sosial media event kita juga dapat meningkatkan pengunjung, tetapi alangkah baiknya tidak hanya berfokus pada sosial media event saja. Kita juga perlu menyebarkan informasi virtual event kita melalui media sosial pengisi event. Membuat materi promosi yang relevan dengan target pengunjung, serta menyebarkannya melalui akun sosial media pribadi pengisi event. Selain itu, kita juga dapat berkolaborasi melalui fitur Instagram Live. Misalnya, membuat sebuah talkshow sederhana melalui Instagram Live sebagai bentuk pre-event.

Memindahkan event dari dunia nyata ke virtual event memang bisa dijadikan solusi yang tepat untuk para penyelenggara acara seingga dapat menarik lebih banyak perhatian audiens, terutama di masa pandemi yang mobilitas sosialnya sangat dibatasi.

Dengan menggunakan jenis virtual event yang tepat, maka perusahaan dapatsecara efektif mendapatkan objektif yang sudah ditentukan sebelumnya.

Namun, tetap saja perusahaan tetap harus melakukan anggaran keuangan yang baik untuk menyelenggarakan virtual event, karena di dalamnya juga tetap memerlukan berbagai peralatan yang mumpuni, seperti kamera ataupun tripod dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *