4 Alasan Mengapa Tim Marketing Perlu Memasukkan Pameran Virtual Ke Anggaran Mereka

Apakah acara offline kita dibatalkan pada tahun 2021 dan akhirnya diundur ke tahun 2022?

Di awal tahun 2021, masyarakat mulai beradaptasi dengan new normal dengan cara hidup yang belum pernah terjadi sebelumnya. Timbulnya COVID-19 membuat masyarakat harus keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi teknologi yang lebih baru. Tentu saja, teknologi ini terbukti telah menjadi katalisator dalam membantu kita beradaptasi dengan new normal ini.

Peraturan yang semakin ketat terkait social distancing, penggunaan masker dan sanitasi untuk pertemuan secara tatap muka. Ditambah lagi adanya kekhawatiran masyarakat untuk menghadiri acara dengan jumlah massa yang banyak. Acara tatap muka meskipun masih memungkinkan dilakukan tetapi jauh lebih rumit dibandingkan sebelum COVID-19 melanda. Dalam keadaan ini, pameran virtual menjadi pertimbangan yang besar diantara banyak perusahaan.

Saat kita memasuki tahun 2022, dapat diasumsikan bahwa pameran virtual akan tetap ada meskipun COVID-19 sudah bukan merupakan pandemi lagi. Entah perusahaan yang akan beradaptasi dan merangkul pameran virtual atau mereka yang akan mengambil pendekatan hybrid. Bagaimanapun, pameran virtual tidak dapat diabaikan.

Event marketer berencana untuk memasukkan pameran virtual ke dalam strategi mereka di dan setelah tahun 2021. Tetapi apakah kita masih memperdebatkan apakah sebuah acara tatap muka dapat beralih ke pameran virtual? Oleh karena itu, tim marketing perusahaan harus mengetahui mengapa pameran virtual perlu dianggarkan ke dalam anggaran perusahaan mereka.

1. Biaya yang Efektif dan Ramah Anggaran

2021 telah selamanya mengubah sudut pandang dari pengadaan sebuah acara. Ketika dunia mulai berdamai dengan COVID-19, perusahaan terus berjuang dengan pengurangan anggaran untuk acara mereka. Sekitar 57% profesional acara berpendapat bahwa anggaran akan mendapat pukulan yang signifikan pada tahun 2022.

Dalam waktu yang tidak terduga seperti itu, di mana anggaran telah dipotong, pameran virtual memungkinkan solusi yang lebih hemat biaya bagi perusahaan yang ingin menyelenggarakan bursa karir, trade show, peluncuran produk, dan banyak lagi.

Untuk berkembang dengan perubahan zaman ini, event organizer sudah berpindah ke platform virtual. Pameran virtual memungkinkan kita untuk menyesuaikan dengan anggaran baru yang sudah dikurangi, karena biaya tambahan sewa tempat acara, tarif perjalanan dan biaya sewa lainnya akan dihilangkan. Di sisi lain, dekorasi, peralatan dan biaya overhead akan menjadi perhatian terakhir kita saat menyelenggarakan pameran virtual.

2. Jangkauan Global

Dengan pandemi pada umumnya, semakin sulit untuk terlibat dan melakukan networking dengan orang-orang dari seluruh dunia. Di masa pra-pandemi, mengundang pembicara dan peserta dari berbagai negara tidak perlu melakukan pemikiran yang panjang.

Pameran virtual memungkinkan fleksibilitas. Peserta, pembicara dan penyelenggara dapat berada di belahan dunia mana pun. Ini berarti memungkinkan adanya peningkatan kehadiran, jangkauan yang lebih luas dan audiens global yang kita inginkan. Lebih penting lagi, pameran virtual dapat diakses oleh siapa saja di perangkat apa pun, baik desktop, tablet atau seluler. Jadi penonton bisa mengaksesnya ketika berada di perjalanan maupun di rumah, mereka hanya perlu melakukan sekali klik untuk berpartisipasi.

3. Sukses yang Terukur

Satu hal yang menyatukan semua marketer dalam usaha untuk mengukur kesuksesan adalah angka dan data. Pendekatan berbasis data untuk hal pemasaran sangat penting untuk kesuksesan dan acara online membuat pengumpulan data menjadi lebih mudah.

Statistik pengukuran seperti total pendaftaran, login unik, jumlah total kunjungan stan, dokumen yang diunduh, video yang dilihat, kehadiran webinar, volume obrolan dan banyak lagi dapat diakses dengan mudah. Data real-time ini dapat menjadi sangat penting bagi keberhasilan pameran virtual kita saat ini dan di masa mendatang.

Kita memiliki kekuatan untuk memantau preferensi pengunjung kita yang telah melihat video tertentu atau telah mengunduh gambar atau video. Demikian pula, mendapatkan tanggapan dari para peserta juga mudah dengan pameran virtual. Selain itu, memahami ROI dan analisis post-event lebih mudah dengan acara online, karena tidak diperlukan penghitungan angka yang berlebihan.

4. Dapat Dikostumisasi

Ketika mampu sepenuhnya menyesuaikan stan sangat penting bagi para peserta pameran. Stan standar polosan tanpa branding di acara offline dapat membuat seluruh pengalaman menjadi membosankan dan membosankan bagi para pesertanya. Banyak peserta pameran mungkin menolak kustomisasi dan branding stan dalam acara offline karena adanya biaya tambahan. Namun, membuat dan mengelola stan online untuk pameran virtual memberi peserta pameran peluang untuk menambahkan elemen yang mencerminkan kepribadian brand mereka sendiri, tanpa pengeluaran biaya tambahan. Sehingga membuat stand online menjadi menarik bagi para peserta.

Semakin banyak perusahaan yang berpikiran terbuka untuk menambahkan pameran virtual ke dalam strategi mereka. Pameran virtual memungkinkan perusahaan untuk tetap sesuai anggaran dan menghilangkan kerumitan dalam menyiapkan acara tatap muka. Selain itu, pameran virtual menambah nilai bagi perusahaan dengan menyediakan data real-time dan bahkan membuat analisis post-event menjadi mudah, serta dapat menjangkau audiens global.

Ingin mengadakan pameran virtual yang berkesan? SimHive hadir sebagai platform pameran virtual dengan fitur-fitur yang mendukung agar experience di 3D world menjadi senyata mungkin. Penasaran? Yuk, cek paket yang disediakan SimHive pada List Paket yang tertera atau hubungi Admin SimHive sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.